Kamis, 24 Juni 2021

Pentingnya Asupan Gizi Seimbang dan Kenali 10 Kriteria Anak Sehat Bergizi Baik




Apa yang dimaksud dengan gizi seimbang? Secara umum, gizi seimbang adalah susunan asupan sehari-hari yang jenis dan jumlah zat gizinya sesuai dengan kebutuhan tubuh. Pemenuhan asupan gizi ini juga harus memperhatikan prinsip keanekaragaman pangan, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih, dan mempertahankan berat badan normal guna mencegah masalah gizi.Gizi seimbang terdiri dari asupan yang cukup secara kuantitas, cukup secara kualitas, dan mengandung berbagai zat gizi yang diperlukan tubuh untuk menjaga kesehatan, pertumbuhan (pada anak-anak), penyimpanan zat gizi, serta untuk melakukan aktivitas dan fungsi kehidupan sehari-hari. 

Makanan sehat dengan sumber gizi yang lengkap merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak. Anak merupakan investasi sumber daya manusia (SDM) di masa depan. Karena itu kecukupan status gizinya sejak lahir, bahkan sejak dalam kandungan, perlu mendapat perhatian khusus. Asupan nutrisi yang tepat tidak hanya dapat membantu menjaga kesehatan fisik tapi juga dapat mendukung kemampuan belajar dan aktivitas anak sehari-harinya. Status gizi yang baik dapat dicapai apabila anak mengonsumsi makanan dengan kandungan energi dan zat gizi sesuai kebutuhannya.

Menurut Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI), penelitian menunjukkan, mengajarkan anak pentingnya mengonsumsi makanan bergizi seimbang sejak dini, ternyata efektif  membantu meningkatkan status gizi anak.

Untuk membantu para mama memantau pertumbuhan dan perkembangan si kecil, PDGMI memberi panduan 10 tanda umum anak bergizi baik:

1. Bertambah umur, bertambah berat dan bertambah tinggi
2. Postur tubuh tegap dan otot padat
3. Rambut berkilau dan berakar kuat
4. Kulit dan kuku bersih dan tidak pucat
5. Wajah ceria, mata bening, bibir segar
6. Gigi bersih dan gusi merah muda
7. Nafsu makan baik, dan BAB (buang air besar) lancar dan rutin
8. Bergerak aktif dan berbicara sesuai umur
9. Penuh perhatian dan bereaksi aktif
10. Tidur nyenyak


Selasa, 22 Juni 2021

Meningkatkan Kecerdasan Visual Spasial Anak Usia Dini Menggunakan Media Buku Bantal Edukatif (Soft Book)




Bicara mengenai Kecerdasan Visual Spasial, Sebenarnya apa sih Kecerdasan Visual Spasial itu? 

Menurut Olivia (2009:82) Kecerdasan Visual Spasial adalah kemampuan berpikir menggunakan visual atau gambar dan membayangkan dalam pikiran dalam bentuk dua tiga dimensi. Kecerdasan Visual Spasial Anak muncul ketika Anak menunjukan ketertarikannya terhadap sesuatu, mulai memperhatikan kesukaanya pada dunia yang berhubungan dengan warna, bentuk, ruang dan benda atau mungkin ketika anak lebih mudah memahami sesuatu melalui gambar dan buka kata-kata ketika membaca.

Sonawat dan Gogri (2008:62) menjelaskan bahwa kecerdasan spasial visual merupakan kemampuan yang melibatkan potensi dalam mengenali suatu objek visual, melatih kepekaan terhadap hubungan antara garis, warna, bentuk, dan pola ruang. Hal tersebut terkait dengan kemampuan seseorang dalam mempersepsi secara visual suatu objek atau simbol (gambar, huruf, dan angka) yang diamati melalui panca indera khususnya indra mata kemudian mampu diinterpretasikan dalam bentuk konkrit yang tepat melalui media visual seperti bentuk lukisan, sketsa, kolase, permainan peta, puzzle, buku bantal dan sebagainya.  

Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa kecerdasan visual spasial merupakan salah satu kecerdasan yang dimiliki oleh manusia yang dapat memahami suatu hal dengan memvisualisasikan menggunakan indra penglihatan baik yang berupa bentuk, warna dan ruang.

Lalu, mengapa Buku Bantal dapat mengembangkan kecerdasan visual spasial yaa?

Menurut Oktavia (2014: 24), buku bantal adalah buku yang terbuat dari bahan yang lembut dan empuk yang dapat digunakan untuk bantal. Sehingga buku bantal dapat disimpulkan sebagai buku yang terbuat dari kain lembut dan berisi serat polyester yang empuk. Buku bantal ini bisa digunakan sebagai sarana edukatif untuk anak-anak dalam memperkenalkan buku sejak usia dini. Sehingga dapat menumbuhkan kecintaan pada kegiatan membaca.

Buku kain atau buku bantal biasanya berisi gambar-gambar lucu dan cerita sederhana yang dicetak secara digital pada kain, sehingga tidak mengelupas dan aman untuk anak usia dini. Media buku bantal termasuk ke dalam jenis media visual, karena buku bantal merupakan benda yang dapat digunakan anak sebagai sarana dalam menggunakan penglihatannya dan dapat menambah kosakata  dengan muda dan meningkatkan kecerdasan visual spasial anak. Diharapkan juga melalui media buku bantal anak dapat mengenal bentuk-bentuk, mengenal warna, mengenal benda-benda dilingkungan sekitar, meningkatkan pemahaman anak melalui penglihatan, serta mampu menyelesaikan permasalahan. Sehingga untuk kedepannya, anak mampu mengembangkannya menjadi sebuah karya yang mereka senangi.


Pentingnya Asupan Gizi Seimbang dan Kenali 10 Kriteria Anak Sehat Bergizi Baik

Apa yang dimaksud dengan gizi seimbang? Secara umum, gizi seimbang adalah susunan asupan sehari-hari yang jenis dan jumlah zat gizinya sesua...